bulan depan, genap setahun aku merantau di tanah orang, berkumpul dan berhubungan dengan orang-orang yang sebelumnya tidak aku kenal, orang-orang dengan karakteristik yang berbeda, dan kehidupan yang berbeda pula.
waktu itu, sebelum aku melangkah ke dunia baru ini, aku berharap bisa menumbuhkan masa depan di sini, menuai mimpi lama yang tertunda. tapi sejauh ini, aku hanya menemukan pertanyaan-pertanyaan baru yang terus memburu tentang eksistensi diriku di sini. selama ini aku mencari pengakuan, mencari lingkungan yang membuat aku merasa yakin pada diriku sendiri, mencari komunitas yang sungguh-sungguh menghargai aku sebagai manusia yang punya sesuatu yang beda dari orang lain, dan mencari pengakuan bahwa aku dibutuhkan. sayangnya, sampai saat ini aku belum juga mendapatkan itu semua. aku tetap saja bayang-bayang yang hilang di malam hari, dan tersapu tubuh-tubuh nyata di siang hari. aku hanya ada ketika semua orang tiada, dan aku diakui ketika semua orang tak lagi bisa dicari.
aku berharap hari ke depan ada perubahan, walaupun aku tahu, sampai mati pun aku tak pernah akan diakui di sini, karena dari awal sudah “dicanangkan” bahwa aku akan dianggap tidak tahu apa-apa, dianggap bodoh, dianggap tidak punya pengalaman sama sekali. dan aku rasa, catatan awal itu masih akan tetap berlaku meski aku sudah bercokol di sini sekian lama, meski itu tidak berlaku bagi orang lain.
karena aku adalah orang pinggiran di antara orang-orang hebat di sekelilingku…
Life is always change Ika..:D
even yourself..